Mozaik Hati

Di gemuruhnya rintik hujan..
Pelangi itu ku harapkan hadir
Membawa luka jiwa
Yang tergoreskan takdir..

Waktu yang kian sadis
Menyeret anganku tuk bermain
Luka lama tersayat hujan
Muncul dalam genggaman ku.

Selengkapnya

Pelajaran dihari jumat (true story)

Ketika itu hari jumat, tepatnya tanggal 20 september 2013.
Jam menunjukan waktu jam 6 pagi. Seperti biasa aku melakukan rutinitas sehari-hari mulai dari bangun tidur hingga berangkat kerja. Berhubung tempat kerja ku dekat dengan tempat kost ku, jadi aku ga terburu-buru atau khawatir.

Singkat cerita aku berangkat kerja jam 7.50 menggunakan motor. Tidak ada 5 menit pun nyampe.hehe
Aku bergegas ke tempat absen yang masih menggunakan mesin absen model lama, padahal rata-rata di pabrik yang sudah agak maju kebanyakan sudah beralih menggunakan sistem sidik jari.

Aku pun bekerja seperti biasa hingga tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 11.30.
Waktunya istirahat dan sholat jumat bagi yang muslim tentunya.
Berhubung yang mempunyai pabrik adalah orang nasrani jadi maklum saja tidak dibangun fasilitas masjid di area pabrik, tidak seperti tempat kerjaku yang terdahulu lengkap dengan fasilitas masjid dan mushola.

Seperti biasa aku pun harus keluar mencari masjid sendiri. Karena aku tidak tau daerah yang aku tempati (masih baru didaerah tersebut), aku ikuti saja orang-orang yang mau sholat jumat juga. Akhirnya ku temukan 1 masjid, walau lumayan jauh tapi tak apa lah.

Setelah ku parkirkan motor ku yang lebih dekat dengan pintu keluar, aku pun langsung masuk menuju area masjidnya.
Aku copot sepatu ku dan ku ambil air wudhu. Kemudian setelah selesai aku pun masuk masjid. Ternyata masjidnya lumayan besar dan bertingkat. Aku lebih memilih yang dibawah. Dan aku pun melakukan sholat sunah 2 rakaat. Setelah selesai aku pun duduk dan sengaja memilih yang dekat pintu keluar agar memudahkan keluar jika sudah selesai pikirku.hehe

Terdengar sudah adzan yang kedua dan khotib pun mulai berkhotbah. Sambil bersandar ditembok aku agak mengantuk karena emang suasanya adem. Tapi aku usahain tetap terjaga, agar tak terlewat siraman rohani tiap jumat itu.
Aku liat jemaah semakin banyak memenuhi ruangan masjid. Ku pandangi tiap-tiap orang yang masuk, mulai dari anak-anak, remaja, orang tua hingga lansia.

Aku sungguh-sungguh terkejut ketika ada seseorang yang “tak biasa” masuk. Serasa terketuk hatiku ketika melihatnya. Rasa kagum yang begitu menyentuh dalam hati. Aku melihat seorang kakek-kakek tua dengan token (tongkat penyangga) ditangan kiri berjalan menuju shaf agak depan yang terlihat masih kosong. Aku begitu terpana melihat pemandangan yang jarang ku lihat tersebut. Dan ternyata Sang kakek tersebut tidak mempunyai kaki kiri, jadi berjalan menggunakan tongkat penyangga.

Setelah sampai dipinggir tembok dia meletakkan tasnya, kemudian melakukan sholat sunah. Awalnya aku agak ragu dan sedikit berpikir bagaimana sang kakek melaksanakan sholatnya hanya dengan kaki satu. Subhanallah sang kakek dengan lancar melakukan gerakan ruku dan sujud, yang ku kira agak kesulitan karena tubuhnya hanya ditopang kaki kanan. Hati ku rasanya kagum yang amat sangat melihat sang kakek. Tanpa ku sadari mata ku berkaca-kaca dan ku hampir meneteskan air mata.

Subhanallah mungkin ini adalah pelajaran yang sangat berharga untuk ku, bahwa kekurangan atau cacat fisik jangan sampai menyurutkan niat dan kewajiban sholat. Semangat beribadah kepada Allah yang aku rasa wajib ditiru. Aku malu pada diriku sendiri yang mempunyai kelengkapan tubuh namun terkadang malas untuk melakukan sholat. Tapi itu adalah masa lalu, yang terpenting aku bisa belajar dari masa lalu dan bertindak yang lebih baik.

Kejadian ini mengingatkan ku kala sholat jumat di rumah. Ada sekelompok orang yang berjalan beruntun ingin sholat jumat. Aku heran kenapa mereka berjalan beriringan. Tak ku sangka ternyata mereka semua tuna netra, subhanallah. Walaupun mereka cacat fisik namun tak menyurutkan niat dan langkah untuk melaksanakan kewajiban sholat jumat.
Begitu banyak pelajaran yang aku dapatkan dari mereka.

Syukurilah keadaan apa pun yang ada pada dirimu, karena sesungguhnya masih ada lebih banyak yang keadaanya kurang beruntung bila dibandingkan dirimu. Mereka mungkin saja selalu bersyukur dengan apa yang mereka terima.
Jangan pernah menyesali kekurangan mu, karena keadaan kamu tetaplah yang terbaik di mata Allah, sekalipun terkadang ada beberapa orang yang memandang sebelah mata. Tetaplah tersenyum dalam keadaan apa pun.

“Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia
sebaik-baik ciptaan.”
(QS. At-Tin : 4)

image

#Foto ini hanyalah ilustrasi semata, karena tidak mungkin didalam masjid berfoto-foto.

Posted from WordPress for Android

Nasehat Imam Al-Ghazali

Imam Ghazali : Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini ?
Murid 1 : Orang tua
Murid 2 : Guru
Murid 3 : Teman
Murid 4 : Kaum kerabat

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu janji Allah bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati (QS. Ali-Imran :185).

Imam Ghazali : Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini ?
Murid 1 : Negeri Cina
Murid 2 : Bulan
Murid 3 : Matahari
Murid 4 : Bintang-bintang

Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah

MASA LALU.
Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa
yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

Iman Ghazali : Apa yang paling besar didunia ini ?
Murid 1 : Gunung
Murid 2 : Matahari
Murid 3 : Bumi

Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (QS. Al A’raf: 179). Maka kita harus hati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu kita membawa ke neraka.

Imam Ghazali : Apa yang paling berat didunia?
Murid 1 : Baja
Murid 2 : Besi
Murid 3 : Gajah

Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH
(QS. Al-Azab : 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ke tika Allah SWT meminta mereka menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya berebut-rebut
menyanggupi permintaan Allah SWT sehingga banyak manusia masuk ke neraka kerana gagal
memegang amanah.

Imam Ghazali : Apa yang paling ringan di dunia ini ?
Murid 1 : Kapas
Murid 2 : Angin
Murid 3 : Debu
Murid 4 : Daun-daun

Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali didunia ini adalah
MENINGGALKAN SOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan solat.

Imam Ghazali : Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?
Murid- Murid dengan serentak menjawab : Pedang

Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali di dunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia
dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan
saudaranya sendiri.

SUBHANALLAH
Semoga ALLAH senantiasa memberikan kita petunjuk dan hidayah-Nya agar kita menjadi
hamba2-Nya yang tetap dalam ketaatan, tunduk dan patuh dalam ketakwaan kita kepada
ALLAH SWT. Aamiin

#dari fanspage

Posted from WordPress for Android

Keutamaan bersabar saat dicaci

Suatu hari, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bertandang ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika bercengkrama dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui menemui
Abu Bakar dan langsung mencela Abu Bakar.
Makian, kata-kata kotor keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tidak menghiraukannya.
Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah tersenyum.

Kemudian, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, Abu Bakar tetap membiarkan orang tersebut.
Rasulullah kembali memberikan senyum.
Ayo baca

Keajaiban Membaca Al-qur’an

Mengapa kita membaca Al-Quran meskipun kita tidak mengerti satupun artinya?

Ini suatu cerita yang indah : Seorang Muslim tua bertahan hidup di suatu perkebunan di suatu pegunungan dengan cucu lelakinya yg masih muda.
Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan membaca al-Quran di meja makan di dapurnya.

Cucu lelaki nya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya. Suatu hari sang cucunya bertanya, ” Kakek! Aku mencoba untuk membaca al-quran seperti yang kamu lakukan tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca al-Quran?

Dengan tenang sang Kakek dengan meletakkan batubara di tungku pemanas sambil berkata , “Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawa kemari lagi penuhi dengan air.” Maka sang cucu melakukan seperti yang
diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba di depan rumahnya.

Dengan terengah-engah,ia berkata kepada kakek nya bahwa mustahil membawa air dari sungai dengan keranjang yang sudah bolong, maka sang cucu mengambil ember sebagai
gantinya.

Sang kakek berkata, ” Aku tidak mau satu ember air, aku hanya mau satu keranjang air.
Ayolah, usaha kamu kurang cukup,” maka sang kakek pergi ke luar pintu untuk mengamati
usaha cucu laki-lakinya itu. Cucu nya yakin sekali bahwa hal itu mustahil, tetapi ia tetap
ingin menunjukkan kepada kakek nya, biar sekalipun ia berlari secepat-cepatnya, air tetap akan bocor keluar sebelum ia sampai ke rumah.

Sekali lagi sang cucu mengambil air ke dalam sungai dan berlari sekuat tenaga menghampiri
kakek, tetapi ketika ia sampai didepan kakek keranjang sudah kosong lagi. Sambil terengah-
engah ia berkata, ” Lihat Kek, percuma!” ” Jadi kamu pikir percuma?”

Kakek berkata, ” Lihatlah keranjangnya. ” Sang cucu menurut, melihat ke dalam keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda.. Keranjang itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam. “

Cucuku, hal itulah yang terjadi ketika kamu membaca al-Quran.. Kamu tidak bisa memahami
atau ingat semuanya, tetapi ketika kamu membaca nya lagi, kamu akan berubah, hatimu
akan menjadi bersih, meskipun hatimu tak dapat menampungnya.

Subhanallah…
Semoga seiring dengan waktu, ALLAH beri kita petunjuk, agar kita bisa belajar dan mengkaji
makna yang terkandung di setiap ayat-ayat al-Qur’an. Aamiin

#dari fanspage

image

Posted from WordPress for Android

Berapa paku yang kau tancap kan ?

Dahulu ada seorang gadis kecil yang berwatak sangat buruk. ia memiliki kebiasaan marah-
marah tanpa jelas apa sebabnya. tetepi di samping kebiasaan buruknya itu ia sangat patuh terhadap ibunya, sampai suatu saat ibu gadis itu memberinya sekantung paku dan memerintahkannya untuk menancapkan paku itu pada bagian belakang pagar rumahnya
setiap kali ia marah.

Pada hari pertama, gadis kecil itu menancapkan 37 paku ke pagar. Namun, beberapa minggu
berikutnya -karena ia mulai bisa mengendalikan diri- jumlah paku yang ia tacapkan ke pagar
semakin berkurang. Ia juga menyarari bahwa lebih mudah menahan amarah daripada
menancapkan paku ke pagar. Akhirnya, tibalah saat di mana gadis itu bisa menguasai dirinya
dan tidak marah lagi. Lalu ia meceritakan hal ini kepada ibunya. Ibunya menyarankan agar sekarang ia mencabut paku
dari pagar setiap kali ia bisa menguasai amarahnya.
Setelah lewat beberapa hari, gadis itu melapor kepada ibunya, bahwa paku-paku yang tertancap di pagar telah tercabut semua.

Sang ibu kemudian menggandeng tangan anaknya ke
pagar lalu berkata, “kau sekarang telah berperilaku baik, nak, tapi lihat lubang-lubang di
pagar itu. pagar itu tidak akan pernah sama seperti dahulu, sewaktu marah-marah, kata-kata
yang kau ucapkan menyebabkan luka persis seperti lubang-lubang di pagar ini.”
Kau dapat menusukan pisau ke tubuh seseorang lalu mencabutnya. tak jadi masalah beberapa banyak kau berkata: maafkan aku, tapi luka itu akan tetap ada di situ. luka yang
diakibatkan lisanmu sepedih luka tusukan itu.

sesungguhnya, teman adalah mutiara yang sangat berharga. mereka membuatmu tersenyum, mendorongmu agar sukses, mendengarkan keluh kesahmu, mengucapkan pujian untukmu dan selalu berlapang dada terhadapmu. Kau adalah sahabatku, dan aku merasa terhormat memiliki teman sepertimu. Tolong maafkan aku, bila aku pernah meninggalkan lubang di pagar hatimu.

“Semoga ALLAH bimbing kita agar kita senantiasa bersabar, tidak mudah marah, dan selalu berpikir jernih sebelum berucap dan bertindak. Aamiin”

Posted from WordPress for Android