Seorang cadel ingin membeli nasi goreng yang sering mangkal di dekat rumahnya.
cadel:”bang, beli nasi goleng satu.
abang:”apa…?” (…..ngeledek.)
cadel:”Nasi Goleng!
abang:”Apaan…?(…..Ngeledek lagi.)
cadel:”Nasi Goleng!!!”
abang:”ohh nasi goleng…” Sambil ditertawakan oleh pembeli yang lain dan pulanglah si cadel dengan sangat kesal. Sesampainya di rumah dia bertekad untuk berlatih mengucapkan “nasi goreng” dengan benar. Hingga akhirnya dia mampu mengucapkan dengan baik dan benar
Hari ke-2.
Dengan perasaan bangga, si cadel ingin menunjukkan bahwa dia bisa mengucapkan pesanan dengan tidak cadel lagi
cadel:”bang…, Baca Selanjutnya











