Mengapa Kita Berteriak Saat Marah

Seorang ulama sedang berjalan jalan Ialu melihat ada keluarga yang sedang bertengkar, saling berteriak.

Ia berpaling ke murid-muridnya dan bertanya: “Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah?”

Salah satu menjawab: “Karena kehilangan sabar, kita berteriak.”

“Tetapi, kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahmu? Kan, pesannya bisa juga sampai dengan cara halus?” tanya sang alim ulama

Murid-murid saling adu jawaban namun tidak ada satu yang mereka sepakati. Baca Selengkapnya

Iklan

Allah Hanya Memanggil Kita Tiga Kali

Suatu ketika ada seorang Ibu bercerita pada anaknya di dalam masjid Nabawi ketika mereka sedang bersiap untuk melaksanakan rukun umroh menuju Makkah Al-Mukaromah. Ibu berkata bahwa Allah hanya memanggil kita tiga kali saja seumur hidup.

kening sang anak berkerut, “sedikit sekali Allah memanggil kita?”, tanya anak.

Ibu tersenyum, “Iya, tahu tidak apa saja tiga kali panggilan itu ?”. sang anak menggelengkan kepala.

Panggilan PERTAMA adalah AZAN, ujar ibu.

“Itu adalah panggilan Allah yang pertama. panggilan itu sangat jelas terdengar ditelinga kita, sangat kuat terdengar. ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan dari Allah. tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak cepat marah akan sikap kita, kadang-kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika, Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatnya itu menjawab panggilan AzanNya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti”, lanjut ibu.

Ibu melanjutkan, panggilan yang KEDUA adalah Selengkapnya

Mobil Mewah dan Anak Kecil

Sebuah kisah inspiratif yang dulu pernah aku temukan, daripada hilang maka ku simpan disini. Semoga bermanfaat.

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.

Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun,. karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan.
Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

“Buk….!” Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Selanjutnya

Sepenggal Kisah dibawah Langit Turki

Assalamu’alaikum…

Lama aku tak menulis, pada kesempatan kali ini aku ingin menulis, lebih tepatnya mengutip cerita yang aku dapat dari sebuah grup whatsapp, semoga kita dapat mengambil pelajaran berharga yang terkandung didalamnya. Akhir kata selamat membaca teman.

Di dalam buku hariannya Sulthon Murad IV mengisahkan, bahwa suatu malam dia merasakan kekalutan yang luar biasa, ia ingin tahu apa penyebabnya. Maka ia memanggil kepala pengawalnya dan memberitahu apa yang dirasakannya.

Sultan berkata kepada kepala pengawal;

“Mari kita keluar sejenak.”

Diantara kebiasaan sang Sultan adalah melakukan blusukan dimalam hari dengan cara menyamar.

Mereka pun pergi, hingga tibalah mereka disebuah lorong yang sangat sempit. Tiba-tiba, mereka menemukan seorang laki-laki tergeletak di atas tanah.  Selanjutnya

Kisah Sayyidina Umar dan Qishash

​Suatu hari, Umar sedang duduk di bawah pohon kurma dekat Masjid Nabawi. Disekelilingnya, para sahabat sedang asyik mendiskusikan sesuatu.

Tiba-tiba datanglah 3 orang pemuda. Dua pemuda memegangi seorang pemuda lusuh yang diapit oleh mereka.

Ketika sudah berhadapan dengan Umar, kedua pemuda yang ternyata kakak beradik itu berkata :

“Tegakkanlah keadilan untuk kami, wahai Amirul Mukminin!”

“Qishashlah pembunuh ayah kami sebagai had atas kejahatan pemuda ini !”.

Umar segera bangkit dan berkata : Baca Selengkapnya

Belajar Tawadhu

Tulisan ini saya dapat dari group FB sahabat maiyah, semoga bermanfaat dan dapat diambil pelajarannya.

.Belajar Tawadhu’

“Akan lebih baik bagimu menganggap setiap orang lebih baik darimu”

::: TWEET JUM’AT, Gus Mus :::

Ada sebuah kisah. Tak usah anda tanyakan shahih ataukah dhoif. Fakta atau rekayasa. Saya berharap dengan membaca kisah ini, kita bisa belajar tawadhu’ dan rendah hati. Sehingga tidak mudah menyalahkan orang lain. Lebih banyak bercermin dan mengoreksi kekurangan diri dan tidak sibuk mencari-cari kesalahan orang lain.

Dalam acara “Sampak Gusuran” yang saya lihat di you tube. Habib Anis Sholeh Ba’asyin menceritakan kisah yang diperolehnya. Konon ada seorang ‘alim yang ‘ariif memiliki seorang anak yang sangat cerdas dan shalih. Ilmu apa saja yang diberikan, dapat diserap dengan cepat. Suatu ketika ia ingin menguji kemampuan anaknya.

Ayah : Anakku, aku lihat pengetahuanmu sudah berkembang demikian pesat. Pengetahuanku hampir berpindah secara utuh olehmu. Sekarang aku ingin kau pergi dari rumah ini. Berkelanalah ! Carilah makhluk Allah yang paling buruk. Bawalah makhluk Allah itu pulang. Sebelum kau membawa makhluk Allah yang menurutmu terburuk ! Engkau jangan sekali-kali pulang !

Anak : Baiklah. Mohon doa restu Ayah. Baca Selengkapnya