Dava Love Story

DAVA LOVE STORY PART 1

NAMAKU DAVA MAHENDRA umurku saat ini 25 tahun… aku akan menceritakan kisah hidupku dari masa kecil sampai saat ini terjadi… yang pelik juga penuh drama,,

Aku anak ke 2 dari 2 bersaudara saat itu ayahku bekerja disebuah bank swasta ibuku pun saat itu masih menjadi pns sebelum pensiun.
keluargaku memang terkenal dengan kulit yang putih bersih tak jarang orangpun berkata jika aku mirip anak perempuan .
kakakku perempuan bernama khumairah as-syiffa mahendra ,kami sangat akrab setiap hari aku selalu bermain bersama kakakku berangkat sekolah pun bareng karena bebetulan kami satu sd,masa sd mungkin masa yang sangat menyenangkan bagiku,,aku jadi dapat teman baru,,kenal dengan orang baru ,mungkin aku berbeda dengan teman2 yg lain karena aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan teman-teman wanitaku. awalnya semua biasa saja hingga saat aku memasuki kelas 4 sd. bully mulai menimpaku,aku sering diejek..digunjingkan.. bahkan dijauhi oleh teman-teman laki2 dikelasku tapi aku tidak peduli,,,aku bertahan meski aku dianggap remeh namun aku bisa mengukir prestasi dikelas,kakakku selalu menjadi pembela dia benar-benar hero bagiku hehe
saat aku memasuki kelas 6 kakakkupun memasuki masa smp, aku mulai khawatir ,,aku sendiri,, dikucilkan,,,namun prestasiku menyelamatkanku meski bukan dalam bidang olahraga aku tetap bersyukur setidaknya aku bisa mengukir sejarah bagiku sekolah sd ku 😀
yap lomba cerdas cermat sudah langganan aku ikuti…
hari pelulusanpun tiba ..kutinggalkan seragam putih merahku, masa sdku… kini seragam putih biru tengah didepan mata dan disinilah kisah ini dimulai…

* * *
“dav buruan dong,, mbak udah telat nih ..kamu juga jangan telat inikan masih masa mopd hari pertama kamu,,ayo cepet..(yap akhirnya setelah satu tahun kami bisa satu sekolahan lagi 😀 )
“IYA MBAKU,,ayo kita berangkaaaaaat,,,!!(kamipun berangkat,yap suasana sekolah pagi itu sudah ramai puluhan siswa mopd memakai seragam merah putih sudah berkumpul dilapangan .MOPD dimulai dengan upacara bendera disusul dengan pembagian ruang kelas untuk MOPD 4 hari kedepan)

HARI PERTAMA…..

“adik-adik jangan lupa besok kalian bawa perlengkapan MOPD sesuai dengan ketentuan panitia osis dan jika 1 saja diantara perlengkapan tersebeut tidak kalian bawa ,kalian akan mendapatkan hukuman ,kalian mengerti?? oia untuk cewek ada tambahan rambutnya dikuncir dua ya dengan masing2 menggunankan 3 pita kiri dan kanan,,okay untuk hari ini itu saja tapi kalian jangan pulang dulu setelah ini ada satu tugas kalian silahkan jalan-jalan disekitar lingkungan sekolahan kita ini,,itung2 perkenalan lingkungan jadi pas besok kalian nyari ruangan untuk mopd kalian sudah tau karena udah nama disetiap jendela kelasnya… dan nama kalian pun sudah tertulis disitu mengerti??”
“ngerti kak,(jawab anak-anak serentak)
“bagus kalian boleh bubar ,,tapi ingat jangan dulu pulang.kalian boleh pulang setelah ber berbunyi…okkk??”
ok kaaaaaaak….”(kamipun bubar aku memutuskan untuk jalan-jalan disekitar koridor sekolah itung2 adaptasi saat aku sedang asyik berjalan-jalan tiba-tiba……..

“whaaaaaaaaat???? ngapain sibuto ijo disini?! apes jangan sampai dia lihat aku.aku sengaja sekolah disini untuk mengubur masa sd ku yang penuh bully sama dia..huuffttt..”(aku mundur perlahan)
“ekhm maaf kamu sehat kan???(tanya seseorang,lalu aku membalikan badan ,siapa nih anak?)
“sorry lu ngomong sama gue??(tanyaku)
“iyalah masa sama tiang..saya tanya kamu sehatkan?? kok dari tadi ngomong sendiri??”(dia nampak heran)
“iya gue sehat kok,,gue gak gila…!!(kataku jutek)
“heheheheh saya becanda bro,oia nama saya teguh dari sd sensor”
“dava…dava mahendra ,,eh guh gue kabur duluan ya takut sibuto ijo itu liat gue dah guh..(aku berlalu meninggalkan dia ,,yap MOPD hari ini meleahkan tapi mengasyikan cara baru beradaptasi dan aku suka selama itu tidak keterlaluan dan MOPD Hari inipun berakhir… akupun pulang bersama mbaku)

* * *
DIRUANG MAKAN………..
“dav.. peralatan buat besok sudah lamu siapkan??”(tanya ibuku)
“sudah kok bu…pas pulang tadi…'”
“gimana dek kamu udah dapet temen baru??(tanya kak syifa)
“belum lah mbak ..malah apes sibuto ijo ikut sekolah disitu juga…”
“buto ijo?? iku sopo to dav??”(tanya ayahku)
“hahahahaa itu siarga anaknya pak johan yah(sambar kak syiffa)
“nama orang bagus-bagus kok kok diganti sih??”
“ya abis dia suka ngebully aku bu,, aku kesel salah aku apa coba sama dia??”
“makanya le kamu itu yang gagah dikit loh,,ikut olahraga smaa teman-temanmu jangan ngurung diri terus… ayah ndak akan melarang asal itu bisa bermanfaat dan bisa menghasilkan prestasi”
“ayah prestasi itu kan cuman harus dibidang olahraga aja ,perasaan aku juga ikut andil nyumpang piala dilemari itu…(menunjuk sebuah lemari yang banyak pialanya)
“iya..iya…wis mangan dulu jangan ngobrol terus(potong ibuku)

***
HARI KEDUA

“dek kaakak gak bisa bareng kamu ya.. ada urusan bentar mau ambilhasil fotocopy yang kemarin ditunda ituloh…”
“iya..iyaaa.. yaudah aku berangkat dulu ya kak”
“iya hati-hati dijalan “
“bu dava ikut ayah ya berangkatnya…. assalamualaikum”
“waalaikum salam”(akupun diantar oleh ayah kesekolah kebetulan tempat kerja ayah dan sekolahanku searah.. dan sesampainya disana…)

“makasih ya ayah.. dava masuk dulu ayah hati-hati dijalan assalamualaikum..”
“iya kamu juga jangan bandel ya nak waalaikum salam..”(aku menyusuri koridor sekolah,waduh itu ada sibuto ijo apes pasti kena bully deh sama dia)
“…cewek godain kita dong…(kata siarga buto ijo gendut)
”,,,,,,(aku tidak menjawab)
“cewek sombong deh…”(sabar dava kamu pasti bisa)
“woi banci!! budek!!(kata arga)
“arrgggghhtttt!! heh gendut kerjaan lu nyari perkara terus ya pagi-pagi.. gua laporin mbak gue nanti!! dan gue ga main-main!!”
“udah ketebaklu itu emang banci cemen tukang ngadu tau!emang itu kan kebiasaan lu”
‘minggir lu!!!(aku pergi meninggalkan dia dengan rasa kesal menyebalkan mengapa aku harus satu sekolahan lagi sama sigendut buto ijo itu ,dengan langkah yang gontai aku mencari ruangan kasuari tempat mopdku setelah muter2 akhirnya ketemu juga)
“yaallah akhirnya ketemu juga semoga gak satu ruangan sama sigendut arga…”
“hm lagi-lagi ngomong sendiri..”(sepertinya aku kenal suara itu)
“hmmm lu anak yang kemarin itu ya siapa namu lu te..te…tegar ya??”
(kataku)
“saya teguh.. teguh pramono putra..(dia menjabat tanganku)
“gue dava..dava mahendra hehehe udah kan kemarin…”

BERSAMBUNG

Penulis : Ricky Ahmad Soebagja

Sebuah Serpihan Rindu

Ku coba ikatkan sekuntum rindu ini pada layang-layang harapan…
Lalu ku terbangkan bersama bantuan angin penantian…
Dan ku harap engkau bisa melihat jelas layang-layang ini…
Ada sekuntum rindu yang sudah lama aku simpan dengan sangat rapi untuk dirimu…
Walau memang tak berharga dimata mu, namun hanya itulah yang aku punya untuk mu…
Aku pun tak berharap engkau membalasnya…
Hanya dengan sampai ditangan mu saja aku sudah sangat bahagia…
Karna itu artinya apa yang aku rasakan sudah tersampaikan…
Meski pada akhirnya engkau membuangnya pada keranjang sampah masa lalu mu…
Namun setidaknya aku pernah berjuang…
Jadi semesta lah saksi perjuangan ku….
.
*Sekedar nulis
*Lagi error 😂
29 Desember 2018 pukul 00.16

Realitas Waktu dan Rasa

Sadarilah….
Engkau itu hidup pada masa sekarang, saat ini…
Tentu saja bukan di masa depan apalagi masa lalu…
Engkau adalah realitas yang ada pada saat detik ini…
Sebahagia apapun masa lalu mu, engkau tetap saja tak akan bisa mengulang momen bahagia itu…
Begitu pula sebaliknya, sesedih apapun masa lalu mu engkau pastinya tak ingin mengulang momen kesedihan itu…
Jangan terjebak dengan kenangan masa lalu yang terus menghantui mu, yang hanya akan membuat mu terus terdiam dan terpaku menatap semesta ini…
Jangan pula berpikir bahwa bahagia itu hanya ada dalam kenangan pada masa itu saja…
Selalu ingatlah, engkau pun masih bisa menciptakan berjuta momen kebahagiaan di masa yang akan datang tanpa perlu terpaku pada masa lalu…
.
*sekedar nulis
*ngomong sama diri sendiri 😅
29 Desember 2018 pukul 00.42

Mengapa Kita Berteriak Saat Marah

Seorang ulama sedang berjalan jalan Ialu melihat ada keluarga yang sedang bertengkar, saling berteriak.

Ia berpaling ke murid-muridnya dan bertanya: “Kenapa orang suka saling berteriak kalau sedang marah?”

Salah satu menjawab: “Karena kehilangan sabar, kita berteriak.”

“Tetapi, kenapa harus berteriak pada orang yang ada di sebelahmu? Kan, pesannya bisa juga sampai dengan cara halus?” tanya sang alim ulama

Murid-murid saling adu jawaban namun tidak ada satu yang mereka sepakati. Baca Selengkapnya

Allah Hanya Memanggil Kita Tiga Kali

Suatu ketika ada seorang Ibu bercerita pada anaknya di dalam masjid Nabawi ketika mereka sedang bersiap untuk melaksanakan rukun umroh menuju Makkah Al-Mukaromah. Ibu berkata bahwa Allah hanya memanggil kita tiga kali saja seumur hidup.

kening sang anak berkerut, “sedikit sekali Allah memanggil kita?”, tanya anak.

Ibu tersenyum, “Iya, tahu tidak apa saja tiga kali panggilan itu ?”. sang anak menggelengkan kepala.

Panggilan PERTAMA adalah AZAN, ujar ibu.

“Itu adalah panggilan Allah yang pertama. panggilan itu sangat jelas terdengar ditelinga kita, sangat kuat terdengar. ketika kita sholat, sesungguhnya kita menjawab panggilan dari Allah. tetapi Allah masih fleksibel, Dia tidak cepat marah akan sikap kita, kadang-kadang kita terlambat, bahkan tidak sholat sama sekali karena malas. Allah tidak marah seketika, Dia masih memberikan rahmatNya, masih memberikan kebahagiaan bagi umatNya, baik umatnya itu menjawab panggilan AzanNya atau tidak. Allah hanya akan membalas umatNya ketika hari Kiamat nanti”, lanjut ibu.

Ibu melanjutkan, panggilan yang KEDUA adalah Selengkapnya

Mobil Mewah dan Anak Kecil

Sebuah kisah inspiratif yang dulu pernah aku temukan, daripada hilang maka ku simpan disini. Semoga bermanfaat.

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim …

Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu.

Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.
Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu.

Namun,. karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu.

Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan.
Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

“Buk….!” Aah…, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu.

Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang. Selanjutnya