— KISAH PETANI JAGUNG —

Share
by Noe DeSantiago Munez (notes) 10 Juni 2010 at 9:46 am
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh

Sahabatku rahimatullah

Seorang wartawan mewawancarai seorang petani untuk mengetahui rahasia
di balik buah jagungnya yang selama bertahun-tahun selalu berhasil
memenangkan kontes perlombaan hasil pertanian. Petani itu mengaku ia
sama sekali tidak mempunyai rahasia khusus karena ia selalu
membagi-bagikan bibit jagung terbaiknya pada tetangga-tetangga di
sekitar perkebunannya.

“Mengapa anda membagi-bagikan bibit jagung terbaik itu pada
tetangga-tetangga anda? Bukankah mereka mengikuti kontes ini juga
setiap tahunnya?” tanya sang wartawan.

“Tak tahukah anda?,” jawab petani itu. “Bahwa angin menerbangkan
serbuk sari dari bunga-bunga yang masak dan menebarkannya dari satu
ladang ke ladang yang lain. Bila tanaman jagung tetangga saya buruk,
maka serbuk sari yang ditebarkan ke ladang saya juga buruk. Ini tentu
menurunkan kualitas jagung saya. Bila saya ingin mendapatkan hasil
jagung yang baik, saya harus menolong tetangga saya mendapatkan jagung
yang baik pula.”

Sahabatku yang disayangi Allah……
Begitu pula dengan hidup kita. Mereka yang ingin meraih keberhasilan
harus menolong tetangganya menjadi berhasil pula. Mereka yang
menginginkan hidup dengan baik harus menolong tetangganya hidup dengan
baik pula. Nilai dari hidup kita diukur dari kehidupan-kehidupan yang
disentuhnya.

Namun, banyak orang suka “asal-asalan” dalam memberikan. Kebanyakan dari kita selalu pilih-pilih apa yang mau kita berikan kepada orang lain, apa yang tidak atau kurang kita sukai, biasanya yang kita berikan. Come on, berbuat baik itu bukanlah PELAJARAN EKONOMI, yang selalu memperhitungkan masalah untung rugi, apa ruginya bila kita memberikan yang terbaik dari apa yang kita miliki?. Berbuat baik juga bukanlah PELAJARAN PPKN, tidak ada undang-undang dalam berbuat baik, salah satu aturan main yang baku dalam berbuat hanya satu, IKHLAS.

Semoga kita tidak pernah “perhitungan” dalam berderma, karena apa yang kita berikan hari ini, akan kita terima lebih banyak lagi suatu hari nanti. KUALITAS KEHIDUPANMU DI DUNIA, AKAN MENENTUKAN KUALITAS KEHIDUPANMU DI AKHIRAT

—-selamat ber-shadaqah—-

jazaakumullahu khoiron katsiron
wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarokatuh

About Feri Awan

Nama ku Ragil Feriawan Hadinata Aku mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang musisi dan seorang penulis...namun intuisi ku tak cukup untuk menggapainya...biarkan waktu yang akan mengajari ku untuk membaca dunia..

20 responses »

  1. onesetia82 mengatakan:

    backlink sukses gan . . .πŸ™‚

  2. Abed Saragih mengatakan:

    Saya nyimak aja dlu mas bro

    Berkunjung untuk membawa persahabatan

    disave.wp.com

  3. Ely Meyer mengatakan:

    patut diteladani pak petani itu

    wah .. jd inget musim panas kmrn aku nanam jagung, panen 19 buahπŸ™‚

  4. tuaffi mengatakan:

    iya yah..πŸ˜€ Inspiratif..

  5. onesetia82 mengatakan:

    berknjung lagi sob . . .πŸ™‚

  6. Abed Saragih mengatakan:

    Baca-baca sambil ninggalin jejak mas broπŸ™‚

  7. yisha mengatakan:

    wah, salut!!! πŸ™‚

  8. oomguru mengatakan:

    bingung nih.. mau ngomen ga ngarti postingannya.
    yang penting laporan dah udah ngomen.
    hwehehe

  9. rowmanisme mengatakan:

    power of giving…

  10. rowmanisme mengatakan:

    ini kunjungan pertama aku, kunjungan balik yaaa….

  11. ilmii d'end mengatakan:

    berkunjung…. sambil ngasi tau pe-er hehe, kalo berkenan silahkan di kerjakanπŸ™‚
    http://illmii.wordpress.com/2012/01/06/pe-er-2012/

Ayo.. ayoo... coment donk.. ditunggu yah.. ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s