PERASAAN YANG TAK PERNAH TERLUPAKAN

(Kebahagiaan, kesedihan, pengkhianatan, kegelisahan hidup)

Kisah ini berawal dari pengalaman menyedihkan ku selama ini. Berawal dari lulus SMP dimana saat itu pengalaman sedih, gembira, pokoknya campur aduk menjadi satu. Disaat pengumuman setelah 3 tahun aku belajar di SMP memakai putih biru terbayar sudah dengan hasil yang memuaskan dan mendapatkan nilai dengan rata rata 8,0. Alangkah bahagianya aku disaat itu, target impian telah tercapai.

Hari libur panjang pun menanti. Serta pendaftaran peserta didik baru tingkat SMA/SMK/MA sederajat dibuka dengan embel-embel masing masing sekolah. Misalnya menjuarai sebuah kompetisi ataupun masuk dunia bisnis dengan gampangnya. Awalnya aku dari kelas VII SMP, ingin sekali masuk di sebuah Sekolah menengah Atas (SMA). Sehingga aku berusaha sekuat tenaga mengikuti Tryout sebanyak 12x, Les harian dan mingguan dari jam 7.00 sampai jam 16.30, Ujian Sekolah, Ujian Praktek, dan sampai akhirnya Ujian Nasional 2012 aku lakukan dengan sungguh sungguh. Agar aku dapat masuk sekolah yang aku inginkan.

Perasaan bingung, gelisah ada dalam fikiranku. Banyak sekolahan yang menjanjikan apa yang akan mereka berikan kepada siswa barunya dengan janji-janji manis. Tapi aku tetap setia masuk ke SMA yang aku inginkan. Tapi ditengah perjalanan kabar buruk melanda ku. Orang tuaku menginginkan aku masuk STM (SMK) Teknik yang selama ini tidak aku inginkan. Aku berusaha membantah tapi entah kenapa semua itu tak berguna. Aku masih ingat, dimana dulu aku menanyakan dimasa aku kelas VII SMP. Aku bertanya kepada mereka “Jika nanti aku LULUS SMP, aku pingin masuk SMA” orang tua ku pun menjawab “Terserah”. Itu yang masih aku ingat.

Aku hanya bisa merasakan sakitnya hati ini, seperti di sayat sebuah pisau yang amat tajam di hati ini. Segala angan-angan ku hancur hanya dengan seperti itu. Segala usaha, kerja keras untuk mendapat sebuah nilai dimana aku inginkan masuk sekolah SMA, itu rupaya sia-sia semata. Janji manis aku terima dengan sebuah pengkhianatan. Perasaan sedih, galau, stress, aku alami saat itu. Ku menangis, ku menjerit bagai orang tak berguna di dunia ini. Impian ku, cita cita ku hilang lah sudah.

Aku iri melihat teman teman ku, mereka kesana kemari membawa dokumen yang dicoveri stopmap untuk mendaftar disekolah yang mereka inginkan dengan sepenuh hati. Sangat iri yang kurasa. Melihat mereka tersenyum, ketawa, canda ria saat diterima di sekolah yang mereka inginkan. Inginnya hati ini seperti mereka. Karena aku hanya bisa melihat mereka bahagia diatas kesedihan yang aku alami.

Hingga akhirnya kejadian itu benar benar terjadi. Aku mendaftar dengan bodohnya disekolah SMK itu, padahal aku tau bahwa hati ini tak sanggup untuk menerima. Dengan modal terpaksa dan ijazah aku percaya diri. Sampai akhirnya aku harus menunggu hasil seleksinya. Sebelum melaksanakan seleksi, ada seorang tetangga ku yang menggumbar janji manis lagi. Dia mengumbar bahwa sekolah itu memiliki sebuah fasilitas baik dan bagus. Dan dia membicarakan dan memberi tahu ku tentang apa yang harus aku lakukan disaat aku harus seleksi nanti. Aku pun dengan santainya hanya bisa menjawab “iya dan iya”. Setelah dia pergi aku tanya kepada orang tua ku lagi, “Aku tak sanggup jalani ini semua, jika nanti terjadi sesuatu aku tak mau menanggung”. Dan mereka hanya bisa menjawab “Kan sekolah ya pasti diajarin lah”.

Sakit dan sakit masih aku alami, setiap malam aku hanya bisa merenungkan semua itu. Tes seleksi pun datang, hari rabu dengan perasaan yang gundah aku datang ke sekolah itu dengan santai. Hingga ku temukan nomer urut tes yaitu 131. Tes IQ dan kesehatan tubuh pun aku jalani. Sampai akhirnya selesai dan menyetorkan uang sebesar Rp. 50.000,- untuk biaya pendaftaran dan aku pun pulang. Sampai dirumah aku pun hanya bisa merenungkan kembali, betapa bodoh dan bodohnya aku. Jelas jelas aku tak suka, tapi kenapa ini terjadi?? Hanyalah tangis yang bisa menjawabnya.  Berulang kali aku memohon untuk tidak masuk disitu. Tapi akhirnya itu semua sia sia.
Sambil menunggu hasil test seleksi, aku diajak temen sekelas aku mendaftarkan dirinya di SMA dimana SMA itu sekolah yang aku inginkan. Betapa tambah sakitnya aku, nilai Ujian dia lebih rendah daripada aku. Tapi dia bisa diterima di Imerssion Class. Sedangkan aku ? aku hanya bisa masuk disekolah dimana sekolah yang bukan impian aku. Jujur, aku bertambah iri kepadanya. Aku tak kuasa melihatnya, sekolah yang aku impikan hanyalah sebuah mimpi dan angan-angan. Kemudian setelah mendaftarkannya aku diajak berkeliling kesekolah itu. Indahnya impian ku terwujud hanya bisa melihat dan tak dapat memiliki.

Sempat dalam hati ku berdo’a dan berkata …

“Oh Tuhan, selama ini aku memohon dan meminta kepada-Mu agar aku bisa masuk disekolah ini, tapi entah kenapa Tuhan, aku hanya bisa melihatnya, aku tak dapat memilikinya Tuhan.. apa kah aku ini tak pantas Tuhan .. bersekolah disini.. aku Mohon Tuhan , kasih aku jawaban mana yang terbaik untukku…”

 

Menangis sedih ketika berjalan mengelilingi sekolah itu. Seragam kotak-kotak yang selama ini aku inginkan tuk dipakai ketika masa indah Putih Abu Abu hanyalah Impian, hanya Impian dan Hanya kenangan ketika SMP. Pernah ku alami sebuah mati rasa. Melihat mereka bahagia dengan apa yang mereka dapatkan. Ku sempat putus asa, menyerah dan mati rasa. Kecewa ku alami setiap saat. Tak terasa hari pun  sangat cepat, kegiatan melihat-lihat sekolah itu berakhir. Pertemuan pertama ketika masuk disitu akan ku kenang walaupun menyakitkan.

Hari demi hari aku alami dengan rasa kecewa dan sangat kecewa. Melihat mereka bahagia sangatlah sakit.

“Tuhan kasih aku kesempatan bersamanya Tuhan, aku mohon Tuhan……………..”

Setiap hari tak henti hentinya aku ucapkan itu, tapi sudahlah. Hari pengumuman pun hadir disaat hati ini bersedih. Setelah melihat papan pengumuman aku melihat di jurusan ku aku diterima dengan peringkat 21 dari sekian banyak anak yang mendaftar. Perasaan biasa biasa sajah aku alami. Karena itulah yang terjadi. Tak bangga, tak senang aku alami.

Kemudian dilain hari ada undangan penerimaan SKHUN di SMP. Aku merasa sedih tambah sedih ketika teman temanku menanyakan aku sekolah dimana. Karena mereka tahu bawa aku akan masuk SMA bukan SMK. Tapi ini yang terjadi, aku tulis aku masuk di SMK. Betapa teririsnya aku ketika mereka menjawab jawabanku. Mereka terkejut karena dulu aku selalu mengatakan bahwa aku akan masuk SMA. Tapi ini lah.. huahh .

Aku berusaha untuk tegar dan aku berusaha untuk menerima semua ini. Hal yang aku lakukan tadi bukannya menambah bahagia tapi tambah sedih yang aku rasakan. Hari pertama masuk SMK aku jalani dengan mengikuti MOS (Masa Orientasi Siswa) selama 4 hari dengan membawa barang-barang yang aneh selama itu. Misalnya membawa tempe goreng berbentuk motor dan buah shockbeker dan lain lain. Aku pun mengikuti MOS dengan perasaan kecewa karena disitu tak ada teman SMP yang ada. akhirnya aku temukan salah satu teman dan sampai sekarang dia menjadi teman sebangku ku. MOS pun selesai, pulang dari MOS aku langsung merenung dikamar, meratapi dan aku menginginkan untuk pindah sekolah. Tapi itu tidak mungkin terjadi. Hanya perasaan sedih yang menyiksa batin ini.

Dan ku menemukan kelas dimana itu kelas yang harus aku tempati. Yaitu kelas X jurusan 2. Disitu banyak karakter anak dan mereka datang dari banyak sekolah SMP yang ada disekitar sekolah itu. Sebagai awal perkenalan dengan mereka, ku katakan (nama, alamat, dan asal sekolah). Mereka pun sama. Setelah berkenalan, keakraban mulai terjadi. Aku mulai lupa akan kesedihan yang aku alami. Tapi dikala aku pulang ke rumah apalagi kemar aku selalu mengingatnya. Karena disitu ada sebuah coretan tangan ku sewaktu SMP yang berisikan semangat belajar untuk masuk ke SMA. Aku selalu menahan sakit untuk melihat itu.

Pelajaran di hari pertama lumayan menyenangkan. Hingga akhirnya kejadian dimana itu membuatku tambah down terjadi. Disaat pelajaran kejuruan, aku melakukan sebuah kesalahan yaitu aku tak tau bahwa Bel yang berbunyi bukan bel pulang, melainkan bel bunyi jam ke 3+4 (dalam artian pelajaran tersebut 4 jam). Karena aku tak tau, jadi aku menggendong tas. Apa yang terjadi, aku dibilang anak yang badung, anak yang kurang baik. Ok lah aku terima, karena itu memang kesalahanku yang kurang tau jam pelajaran yang ada.

Sampai akhirnya beberapa hari kemudian, dipelajaran yang sama dan guru yang sama. Aku diberi tugas untuk menggambar sebuah jangka sorong dipapan tulis. Dengan baik aku kerjakan menggambar jangka sorong. Tapi alangkah malangnya aku, aku tak tahu strip garisnya ketelitiannya berapa. Aku tanyakan kepada seluruh teman-temanku dan kemudian jawaban mereka tak tau. Sampai akhirnya guru itu datang, dan menanyakan hasil gambarku dipapan. Dan kemudian guru itu menggambar sendiri disebelahku, aku pun mengambar juga. Sampai akhirnya terjadi seperti ini :

Aku     : “Pak ini ketelitiannya berapa yah ??”
Guru hanya diam dan menggambar terus. Dan kemudian aku melanjutkan gambar ku. Sampai akhirnya aku berkata.
Aku     : “Pak maaf saya menyerah, saya tidak bisa menggambar nya. Mohon maaf pak?” dengan lugu ku katakan semua itu, karena aku sudah tanyakan ke seluruh temanku merekapun sama, jawabanya tak tau.
Guru pun mengambil jangka sorong dan kemudian mengatakan hal yang sangat membuatku sangat sangat dan sangat sedih kecewa.
Guru    : “Siapa yang menyeleksi kamu ?!!”

Aku     : “Kan bapak yang menyeleksi saya masuk disini” dengan perasaan deg degan.
Guru    : “INILAH  ANAK  YANG  SEBENARNYA  TIDAK  BISA MASUK  DISINI  TAPI  DAPAT  LOLOS  SELEKSI.  INI CONTOH NYA   ANAK ANAK. CONTOH ANAK YANG SEBENRNYA TIDAK HARUS MASUK DISINI TAPI KOK KENAPA YAH DIA BISA MASUK? TAHUN DEPAN SAYA HARAP GA ADA ANAK YANG SEPERTI DIA MASUK DISINI??!!

1 kelas : “ Huuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu Hahahahahaha Huuuuuuuuuuuuuuu!!”

Aku pun terdiam dan batinku berkata “Inikah yang aku pantas terima??”

Setelah kejadian itu aku duduk dan guru itu pun masih membicarakan tentang ku. Aku pun merasa malu. Padahal ini bukanlah kemauanku bersekolah disini. Ini yang selama ini aku takutkan. Basic aku bukan di dunia SMK yang dipenuhi banyak aktivitas praktek. Kemudian aku diam masalah ini, sampai akhirnya disuatu hari disaat pelajaran Kewirausahaan atau di SMA dikenal dengan pelajaran Ekonomi. Seorang guru berkata dan menanyakan kepada kelas ku.

Guru    : “Disini ada yang pengin masuk SMA tapi disuruh orang tua ato ada keluarga yang  disini kalian jadi masuk sini???”
Teman sekelasku menjawab ada dan menunjukan bahwa aku yang seperti itu. Kemudian aku bercerita kepada guru tersebut. Bahwa sebenernya ini kemauan orang tuaku, aku disini hanyalah terpaksa, aku disini hanya menuruti kermauan mereka. Entah aku sukses di SMK ini ataupun tidak yang penting aku udah menuruti kemauan mereka, yang menginginkan ku masuk disini di SMK. Aku rela impian masa depanku hancur karena mereka.

Kemudian guru itu memberikan sebuah ceramah didepan teman temanku itupun termasuk aku. Aku pun tambah sedih. Akhirnya pulang, aku menceritakan semua yang terjadi. Sampai akhirnya aku menceritakan kepada orang tuaku. Tentang semua masalah yang selama ini aku alami di SMK. Ternyata mereka diam sajah. Aku pun tambah sedih malah tambah kecewa. Dengan kekuatan aku tetap menjalani semua ini dengan rasa terpaksa.

Sampai akhirnya lebaran datang, aku berkunjung ketempat sanak saudara, dan aku disana ditanyakan aku sekolah dimana. Setiap aku ditanya seperti itu jawaban aku hanyalah :
            “Aku pengin banget masuk SMA tapi karena bapak dan ibu saya tidak menginginkan saya menikmati masa remaja saya dan saya harus masuk di SMK, kalo tidak mau saya tidak sekolah.!!”

Seperti itu jawaban aku ketika ditanya tentang dimana aku sekolah. Didepan orang tua ku berkata seperti itu. Sampai akhirnya semua orang tau bahwa aku sekolah terpaksa karena tuntutan orang tua.

Sampai akhirnya orang tuaku menyadari aku tak cocok dan mengharapkan aku untuk pindah di sekolah SMA. Tapi sekolah yang aku inginkan dulu sekarang tidak menerimaku. Karena aku bersekolah di SMK. Dan akhirnya aku disuruh keluar dan tidak sekolah selama setahun. Tapi aku malas untuk melakukan itu, akhirnya aku paksakan semua ini. Aku tak mau semua itu terjadi. Aku hanya mau 12 tahun sekolah. Dan sweet 17 aku dikelas 2 SMA. Tapi semua itu hanya MIMPI !!
Aku tak bisa menikmati itu dengan bahagia. Walaupun aku sudah disuruh pindah tapi aku tak peduli karena aku tak mau menjadi adik kelasnya teman seangkatan aku. Akhirnya sampai sekarang yang aku takutkan waktu PKL nanti, apakah aku akan ditertawakan seperti apa yang pernah terjadi atau tidak. Aku sangat menakuti hal itu semuanya. Banyak motivasi yang diberikan kepadaku. Tapi aku tak kuasa menahan tangis seperti ini. Pengalaman indah di masa Putih Abu Abu ku kelam kelabu. Bagaikan tangisan anak tiri. Melihat teman teman ku sungguh senang tapi tidak dengan aku.

Sekarang aku selalu menyembunyikan identitas aku bersekolah di SMK. Dan aku selalu berimaginasi tinggi (maximum imagination) bersekolah di SMA yang aku inginkan. Semoga ini dapat meredakan isak tangis yang aku alami selama ini. Sampai kapan pun aku selalu ingat masa-masa kelam ini.

Kesimpulannya : Aku menggantungkan segala impian terindah di langit dan aku berusaha sekuat mungkin untuk menggapainya, dan kemudian disaat aku hampir meraihnya, kehancuran datang menyerang, aku jatuh bagai butiran debu, dan aku percaya kebahagiaan akan datang kepadaku.”

 

——————————-end——————————-

 

Creative       : FAJAR TARUMA (Satryanda Phaza Pratama)

Phaza

About Feri Awan

Nama ku Ragil Feriawan Hadinata Aku mempunyai cita-cita ingin menjadi seorang musisi dan seorang penulis...namun intuisi ku tak cukup untuk menggapainya...biarkan waktu yang akan mengajari ku untuk membaca dunia..

2 responses »

  1. Glenda Callahan mengatakan:

    Kalau istilah jaman mahasiswa dulu ini bisa terbilang zona nyaman bagi kebanyakan orang. Dan tidak saya pungkiri ketika awal saya datang ketempat ini saya merasa seperti itu pula,waaah… ini zona yang nyaman. Oke secara tampilan fisik memang sangat nyaman masalah yang menurut saya adalah masalah ditempat ini hanya hubungan-hubungan antar personal, komunikasi, pendapat-pendapat yang tidak tersalurkan dengan baik yang pada akhirnya mungkin membuat beberapa orang merasa kecewa.

    • Feri Awan mengatakan:

      terima kasih sudah berkunjung dan menyempatkan koment..
      maksudnya hubungan antar personal, komunikasi, pendapat-pendapat yg tidak tersalurkan itu yang membuat orang kecewa dengan isi blog ini yah..?
      memang blog ini aku khususkan untuk cerita-cerita pribadi..

Ayo.. ayoo... coment donk.. ditunggu yah.. ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s